Relokasi Hati Jagalah ucapanmu !

Relokasi Hati Jagalah ucapanmu ! Ucapan bagaikan sebilah pedang, tajam dan dapat menembus serta melukai , sakit yang di timbulkan oleh ucapanpun lebih sakit dari luka atas sebuah pedang, dan rasanya , kalimat di atas benar adanya, bagaimana tidak, luka karena pedang akan dapat di sembuhkan dan tak menimbulkan luka, tetapi , luka hati siapa nyana , orang yang terlukai akan dapat sembuh dengan cepat .

Lalu, darimanakah ucapan itu timbul, kita rasa pula , ucapan adalah bagian dari hati sebagai awal dari ucapan tersebut , ucapan dan mulut adalah alat yang melahirkan , dari apa yang ingin kita ucapkan dalam hati !

Hati juga , terkait dengan pemikiran dan niat dari seseorang yang ingin mengucapkan sebuah ucapan, tetapi di balik ucapan juga ada hal – hal yang patut kita pahami, apa ucapan tersebut melukai atau tidak , lalu apa yang kita ucapkan dan ungkapkan lewat kata – kata adalah kebaikan ataukah kebencian ?

Hati dan apa yang kita ucapkan

Jika kita pernah dengar dan masih kita dengar, seorang ustad kondang , KH, Abdullah Gymnasiar atau Aa Gim , memberi kita pencerahan akan bagaimana kita di haruskan menjaga hati kita, jika nggak salah beliau membuat lagu sebagai pesan bagaimana cara menjaga hati lewat lagu yang Beliau buat “ JagalahHati “.

Ya, hati sebagai sumber hal – hal yang tentu kita tahu, melahirkan kegembiraan, suka cita, kasih sayang dan juga iri hati dan kebencian serta lainnya, lalu , mengapa masih saja ada hal – hal yang mengotori hati seorang manusia, hingga ia alfa akan apa yang ia lakukan dan ucapkan ?

Untuk itu, ada ahli yang faham akan hal itu, tetapi mari kita sedikit saling berbagi akan apa yang saya ketahui dan juga anda ketahui, itu lebih lengkap bukan ?

Seperti yang kita tahu juga , hati dapat memantulkan apa yang ada padanya lewat mata kita juga lewat mimik muka dan sebagainya, dan satu yang kita perlu jaga , menjaga kebersihan hati serta merawat dan mengendalikannya.

Dan hal tersebut bukanlah hal yang gampang kita lakukan, sebab jika sebuah hati tenang , nyaman dan damai, maka apa yang ia ucapkan lewat kata – kata yang keluar akan mencerminkan kebaikan dan rasa kasih sayang, tetapi sebaliknya jika hal negatif terdapat dalam hati , seperti iri dengki, sombong , takabur dan hal negatif lainnya, mungkin kata – kata juga yang akan menggambarkan , bagaimana keadaan hati seseorang .

Mulailah Dari sini

Sulit memang ! apa yang di sebut menjaga hati nggak seperti dan semudah apa yang kita ucapkan, sebab suasana hatipun dapat berganti – ganti dari detik, menit jam dan juga hari ke hari ! itu sebabnya menjaga hati bukan sekedar basa – basi, tetapi harus merupakan harmonisasi dari keseluruhan diri, sebab jika hati nggak sehat , seluruh badan pun akan mendapat akibatnya, dan itu bukan hal yang kita inginkan bukan ?

Lalu, darimana kita mulai, ya, anda atau sobat lebih paham dan mengerti terlebih sobat semua adalah santri – santri dan juga berpendidikan tinggi, tetapi nggak apalah jika saya ikut memberi sedikit saling mengingatkan akan bahaya hati dan juga kebaikan yang kita dapat jika mampu menjaganya.

Keinginan dan niat adalah hal pertama,  tentu, bagaimana kita dapat menjaga hati kita, jika saja dari dalam diri kita nggak pernah ada niat alias hati kita ngalir begitu saja, mau hitam atau putih ya biarkan,  alias gimana jadinya, he he jika beruntung ya, hati kita dapat terjaga , tetapi jika tidak , ia akan menjerumuskan seorang manusia.

Walaupun pada dasarnya , akan lebih baik bagiseseorang yang berusaha untuk senantiasa menjaga hatinya. Walaupun realitanya hal tersebut memang berat untuk kita lakukan, sering kita alfa dan berbuat seenaknya untuk menuruti kata hati kita yang nggak benar !

Seperti tadi saya sebutkan di atas, harmonisasi keseluruhan jiwa dan tubuh seseorag akan membangun keadaan hati yang lebih baik dan itu artinya , hatipun perlu dukugan dari semua yang ada dalam diri seseorang , susah juga ya ?

Itu artinya keserasian dari bagian tubuh dan jiwa seseorang akan membuat hati terjaga, kita dapat katakan, andaikata sebuah hati di liputi kesombongan dan akan melahirkan kata – kata yang kurang baik dan menyinggung perasaan orang lain, bukankah anggota lainnya mencegahnya, mulut misalkan dapat kita jaga untuk tak mengucapkan akan apa yang akan membuat perasaan orang lain terlukai .

Ataupun hati yang akan melahirkan perbuatan keji bukankah dapat di hentikan dengan tak melakukan apa yang di inginkan hati dengan perintah untuk melakukan hal yang tak baik tersebut ? dan bagian lainnya yang dapat menghambat hati untuk melakukan perbuatan ataupun ucapan yang nggak baik.

Cara terbaik menjaga hati adalah, dengan kembali bertanya, siapa yang menciptakan hati kita dan untuk apa sebuah hati kita gunakan ? walaupun terdapat penyakit – penyakit hati yang mengotorinya , pada dasarnya hati adalah sesuatu yang lebut danpenuh kelembutan.

Dan hal yang terbaik dengan mengingat setiap saat alias dzikrullah, beribadat dengan taat, menghindari hal yang di larang serta mendekati hal baik yang di anjurkan , melakukan hal yang baik dan terpuji agar hati terbiasa untuk itu, memaksanya untuk tunduk pada kebaikan, sedikit demi sedikit kotoran yang terdapat dalam hati dapat kita hapus.

Melahirkan hati yang baik adalah sebuah keagungan, lalu kadang kita seakan tak mengagungkan kebesaran yang Tuhan berikan melalui hati kita yang ia ciptakan dan Ia berikan untuk kita. Menggunakannya semau yang kita ingin tanpa memandang dan mengingat , apa yang akan terjadi dengan kesombongan dan kedengkian hati, apalagi jika itu melahirkan ucapan yang melukai perasaan orang lainnya, merasa diri paling daripada orang lain, dan kita akan tahu akibatnya, yaitu kerugian atas hati itu sendiri dan kita sebagai si empunya amanat Tuhan akan hati yang di berikannya . Untuk itulah mari sama – sama belajar menjaga hati tanpa saling menggurui.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *