Perjalanan Cinta sang pengelana

Perjalanan Cinta  sang pengelana, Refresh dari kepenatan, hidup tak laju jua, kendaraan hidup tempat aku menumpang sekarang terparkir di pinggiran hidup dan cinta, dan kenyataannya, seiring waktu seperti sebuah roda, ia pun berputar kembali, dan masih dalam perjalanan cinta sang playboy.

Jeda, sesudah diana, ya, rasanya enggan untuk mencinta lagi, tetapi aku ini lelaki , normal pula , di mana lawan jenis adalah pasangan dalam kehidupan kita, tak lain, ia tempat bersandar dan mengadu, di mana segala kebaikan dan kasih sayang ada padanya, wanita.

Kemudi hidup dan kendaraannya adalah sesuatu yang mengantarkan satu kehidupan dan yang ada di dalamnya, di satu tempat ke tempat lainnya, dan dia bukanlah peraduan dan bukan pula bayangan, ia adalah kehidupan yang nyata, memberi dan membawa apapun apa yang telah , sedang dan akan terjadi.

Selanjutnya

Dan begitupun aku, dan rasanya malu juga dengar celoteh si kumbang jalan, saat ia bertanya, di manakah peraduanmu dan juga tempatmu menunggu, menyandarkan apa – apa sebagai keluh kesah dalam hidupmu ? aku hanya tersenyum, dan samar si kumbang terbang , membawa pertanyaan yang tak sempat aku jawab “ ya, akupun mengignkan hal yang demikian, itulah jawabanku, tetapi sayang ia telah terbang dan tak sempat dengarkan !

Dan, sesuatu yang menjadikan batas dalam keinginan dalam hidupmu adalah tujuanmu, aku ingat itu ya , saat pak godeg yang baik itu mengingatkanku “ Ingatlah akan hidup dan tujuanmu ! aku mengangguk setuju, dan terima kasih atas itu.

Tetapi entahlah, siapa yang tahu akan waktu, meski tujuan seperti yang aku gambarkan ! biarlah hidup berjalan kembali sampai batas menghentikannya, dan aku temui satu orang gadis lagi, masih belia , sama seperti diana , iapun mencintaiku apa adanya, he he entahlah pula mungkin ada juga gadis yang mecintai seorang pria dan bertanya, “ apa yang kau punya  ? dan lalu mencintainya, aku tak tahu itu, hanya saja , wanitaku semua adalah wanita yang baik , sayangnya  ! akulah yang sebaliknya !

Sebuah kekecewaan

Dan ia tak seperti gadis lainnya, aku rasa ia mampu mengikatku, ya , akuu seakan kalah di hadapannya, entah mengapa ? ia seakan pencarian terakhirku, rasanya , sudah jemu aku susuri waktu , demi sebuah cinta dan seseorang yang mencintaiku.

Dan, ya, aku merasa bangga, apa yang menjadi tujuanku kini aku dapatkan “ Dan aku lupa, semua dan apa yang terjadi, semua yang telah dan ada dan menjadi luka adalah seperti hikayat dan cerita sastra para pujangga, sesuatu yang aku lupakan dan cerita yang membuatku berbeda saat ini.

Dan aku katakn pula, bukan pada siapa – siapa,tetapi pada tujuanku , ya, inilah yang akutuju dan aku siap untuk itu, ya “ Sebuah kebahagiaan bukanlah sesuatu yang sulit seseorang dapatkan, hanya saja rasa keinginan untuk mendapatkan lebih dari bahagia yang kita dapatkanlah yang membuat kebahagiaanmu seakan sirna “

Hingga aku merasa di tepian , dan ia akan aku bawa dalam kehidupanku, saat seseorang berkata, saat seseorang memperingatkaan dan saat semua orang tak berkata dan diam, membalut pertanyaan “ Ada apa dengan diriku dan dengannya ?

Hingga aku tahu dan mengerti, saat suatu hari ada penjelasan di sini, he he apa itusebuah karma ? tak juga ku jawab, sebab lebih dari sebuah karma tentu saja, saat aku ingat bagaimana perlakuanku atas cinta mereka yang kadung kecewa dan bersimbah air mata, apakah kini giliranku ?

Sampai akutahu, ia membohongiku, Wallaaah ! tahu rasa ya ! ya, aku terima itu ! apa yang terjadi, he he mengecewakan dan kekecewaan ternyata, ia yang aku tuju dan seakan mencintaiku, adalah bukan milikku , tetapi dia cintaku adalah miliknya, milik seseorang yang menikahinya, h e he tawa ini sedikit terganggu, ah, rasanya ingin aku katakan..bahwa kau memang wanita yang hebat selama hidupku, mampu membohongiku dalam panjangnya hari dan waktu antara kita bersama.

Lukakah aku ? untuk sebuah cinta , tak akan aku ulangi rasa itu yang kedua kali, ya aku biarkan saja biarkanlah waktu yang alkan menghukumku juga dia, sekarang tujuan yang aku sampaikan bukan sesuatu yang sebenarnya membawaku pada suatu tujuan, ada yang lain dari itu dalam kehidupan ini. Dan masih aku cari !

Hingga aku menepi , menyadari akan sesuatu yang seharusnya aku cari, cinta bukanlah sesuatu yang agung, saat kita tak mengagungkannya, juga kecantikan bukanlah sebuah keindahan yang abadi sebabia akan pupus juga apa yang di miliki seseorang tak akan seperti keharusannya andai ia tak menggunaknnya untuk sebuah kemuliaan, dan juga cinta , saat terakhir aku bertanya, apa yang harus aku cari , sebuah jawaban tertera dalam dinding hati, untukku dan kalian para pembaca “ Apa yang kau cari adalah bayangan, tetapi sesungguhnya menemukan sesuatu yang akan membuatmu berhenti dalam pencarian adalah, carilah wanitamu, bukan karena kecantikannya dan apapun yang ia milik ,tetapi carolah wanita yang sebenarnya wanita, yag memegang agama, setia dan mencintaimu apa adanya, seperti kasih tuhan yang tak hilang sepanjang jaman, dan aku mengangguk setuju, membaringkan tubuhku  “ Akan aku cari itu , demi perhentianku akan perjalanan cinta , entah kapan, atau esok hari ? dan aku terlelap dalam mimpi , menghentikan pencarian dan memupus kenangan dari perjalanan cinta sang playboy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *