Penyebab Sepsis Neonatal

Penyebab Sepsis Neonatal, Neonatus berarti bayi berusia kurang dari empat minggu dan sepsis berarti semua jenis infeksi,Jadi ketika dua istilah disatukan berarti infeksi pada bayi.

Sepsis neonatal juga disebut septikemia neonatal atau sepsis neonatorum. Gejala penyakit ini diamati sebelum anak selesai 3 bulan.

Sepsis neonatal adalah infeksi yang menyerang bayi dan bisa berakibat fatal, jika pengobatan tidak diberikan lebih dini.

Penyebab

Kasus sepsis neonatal lebih sering terjadi pada bayi prematur. Penyakit ini bisa diklasifikasikan sebagai: bawaan, onset awal, dan awitan. Sepsis neonatal kongenital adalah saat anak terinfeksi selama kehamilan sebelum kelahiran.

Bayi bisa terinfeksi oleh virus melalui plasenta atau jalan lahir. HIV (Human Immunodeficiency Virus), sifilis adalah beberapa virus yang bisa menginfeksi anak sebelum melahirkan. Sepsis neonatal awal adalah saat bayi terinfeksi, saat melahirkan atau segera setelah persalinan.

Streptococcus grup B (GBS) dan Escherichia coli (E. coli) dianggap sebagai virus utama yang menginfeksi bayi, saat kelahiran. Sepsis neonatal awal adalah hasil kolonisasi asimtomatik pada saluran usus atau saluran kelamin ibu.

Kolonisasi adalah adanya bakteri / virus di bagian tubuh. Bayi dikatakan terkena sepsis neonatal awitan, ketika terinfeksi beberapa hari setelah melahirkan. Infeksi ini bisa terjadi karena organisme hadir di lingkungan rumah sakit.

Setelah dipulangkan dari rumah sakit, bayi bisa terinfeksi karena bakteri hadir di lingkungan rumah. GBS dan E. coli juga bertanggung jawab untuk sepsis neonatal.

Gejalanya

Ada sejumlah faktor risiko yang terkait dengan bayi yang terkena kondisi medis ini. Laki-laki diketahui terinfeksi lebih banyak daripada wanita, rasionya adalah 2: 1. Faktor risiko awal sepsis neonatal:

  • Infeksi GSB ke ibu selama kehamilan
  • Faktor risiko sepsis neonatal awitan:
  • Lingkungan rumah sakit yang terinfeksi
  • Tinggal di rumah sakit untuk jangka waktu yang lama
  • Sering melakukan pemeriksaan vagina selama kehamilan
  • Lahir prematur
  • Plasenta terinfeksi

Gejala sepsis neonatal awal diamati kebanyakan dalam waktu 24 jam setelah persalinan, sementara onset akhir dapat diamati antara hari ke 8-8 hari persalinan.

Gejalanya

  1. Gangguan pernapasan
  2. Mengurangi denyut jantung
  3. Penyakit kuning
  4. Area perut bisa bengkak
  5. Suhu tubuh tidak stabil
  6. Tidak bisa mengisap ASI dengan benar
  7. Apnea
  8. Demam Muntah dan diare

Tes darah yang dilakukan pada bayi, terdiri dari hitung WBC, jumlah trombosit, kultur darah, dan lain-lain. Rontgen dada dan tes urine dilakukan, bila infeksi karena dugaan bakteri.

Pemeriksaan fisik bayi dan tes laboratorium membantu mendiagnosis infeksi. Pemeriksaan fisik meliputi, menilai suhu tubuh, denyut jantung, pernapasan, dll. Tes laboratorium bertujuan untuk mengetahui bakteri atau virus yang menyebabkan infeksi.

Pengobatan

  • Penggantian globulin imun intravena dan transfusi granulosit adalah perawatan yang diberikan, jika infeksinya terlalu parah. Jika bayi diberi perawatan yang tepat, bayi bisa segera sembuh dari infeksi. Wanita hamil yang memiliki infeksi GSB dapat diberikan antibiotik yang dapat mencegah bayi terinfeksi dengan cara yang sama.
  • Kondisi medis ini harus diobati paling awal karena sistem kekebalan tub

Perlakuan lebih lanjut tergantung dari hasil uji laboratorium. Infeksi akibat GSB dan E. coli diberikan obat, seperti ampisilin dan gentamisin. Obat-obat ini membantu menyembuhkan sepsis neonatal dini.

 

Bayi prematur sangat rentan terhadap infeksi ini, jadi perawatan bayi harus dilakukan untuk sebagian besar. Di Amerika Serikat, kasus sepsis neonatal ditemukan pada 1-8 kelahiran hidup di antara 1000. Angka kematian 50% telah diketahui, jika infeksi tidak diobati.

Anak yang terkena kondisi medis ini harus diberi pengobatan paling awal. Kemungkinan bayi terinfeksi dapat dikurangi, jika persalinan dilakukan di lingkungan bebas kuman, perawatan ibu yang tepat diambil selama kehamilan, dan memperlihatkan anak tersebut ke infeksi setelah persalinan dihindari.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *