Misteri ghaib sungai cimanuk

Misteri ghaib sungai cimanuk, Dan ia katakan” Saat itu aku tak tahu, saat aku berada di pinggiran kali, tempat biasa aku memancing ikan, sebab semua orang tahu, di ujug kali uwung ada banyak ikan yang dapat kita pancing, di samping banyak besar – besar juga ikannya’ Ungkapnya.

Dan apa yang di lakukan subani adalah sesuatu hal yang umum di lakukan penghuni dusun karang gewok, ya, meeka sering memancing di ujung kali uwung , di samping sarana penyejukan juga nggak ada salahnya, iseng – iseng dapat ikan kan lumayan juga tuh !

Sebuah cerita, di mana seseorang dengan dunia yang maya bersama dalam memahami satu dengan yang lainnya, pertemuan di ujung kali uwung adalah sesuatu yang di rasa aneh dan tak di percaya pada awalnya,Subani hanya tertawa kecil saat ia di tanya, bagaimana itu terjadi ?

Saat itu , aku sedang asyik memancing, he he rasa – rasanya ada sesuatu yang menarik mata kail pancingku, wah ni sepertinya ikan besar “ itu yang Subani pikir saat itu, hati – hati ia menarik tali pancing , sebab tenaga dari ikan yang makan umpan pada pancingnya juga terasa kuat.

Lalu, bagaimana ? Subani perlahan tapi pasti menarik pelan tali pancing, sedikit demi sedikit , dan akhirnya ia mendapati seekor ikan mas besar, gesit ia ambil jaring tempat menangkap ikan, dan akhirnya ia dapatkan ikan besar tersebut, ya,ada rasa girang dalam hati Subani, hari itu ia merasa bernasib mujur .

Akirnya , ikan di masukan pada tempat yang sudah ia persiapkan, dan ia melempar pancingny a kembali,siapa tahu dapat ikan lagi, tetapi perasaannya tiba – tiba merasakan, seolah – olah ada seseorang yang sedang memperhatikannya, Subaani melihat berkeliling “ Aneh, nggak ada siapa – siapa , tapi kok perasaanku mengatakan ada seseorang yang mengawasiku ! pikirnya .

Pertemuan dengan penghuni ujung kali uwung

Dan akhirnya ia biarkan perasaannya itu, ya, mungkin saja karena aku sendiri dan kebetulan di sisi sepi tak seperti biasanya ada banyak orang yang pergi memancing, dan ia sisihkan perasaannya tersebut, sampai ia mendengar sesuatu, seperti bunyi derap kakiyang di seret di belakangnya.

Sontak ia menoleh, ia agak terkejut, apa yang subani lihat ? ggak ada yang aneh, ia melihat seseorang menatapnya, yang aneh adalah , Subani rasa – rasanya tak pernah melihat atau mengenal orang tersebut “ Orang manakah ia, atau ia juga pergi memancing di sini ? itu pertanyaan yang ada dalam benak subani.

Dan orang tersebut bertanya “ Sedang apa i sanak ? tanyanya sambil tersenyum, Subani pun menjawab “ biasa , memancig ikan ! jawabnya , dan orang itu tersenyum lagi, kelihatan ia mengangguk  “ He he , ya , itu baik kisanak, tetapi jangan lupa untuk menjaga kelestarian ikan di ujung kali uwung ini, bukankah mereka adalah penggembira kalian juga ? ia bertanya, senyumnya tak lepas terlihat dari raut wajahnya yang tenang.

Subani mengangguk setuju, ya ! jawabnya, tetapi kisanak darimana, rasa – rasanya aku tidak mengenal ki sanak  ? tanya Subani. Lelaki itu duduk bersimpuh di depan Subani , ia berkata lagi “ Nggak apa – apa ki sanak, nggak perlu tahu darimana aku berasal, sebab kita semua sama sebagai makhluk di dunia ini, tetapi tolong beritahukan, janganlah para manusia sesuka hatinya mengambil anak – anak kami !

Orang itu seakan memerintah, aneh Subani merasakan seakan mulutnya tak dapat bicara, ia hanya mampu mendengarkan saat orang asing itu bicara “Sesuatu yang telah di tentukan Tuhan adalah hak bagi setiap makhluk, tetapi juga , di dunia , ada banyak makhluk yang melampaui batas akan hal itu “ diam sejenak dan melanjutkan bicaranya” Aku tahu maksudmu bertanya akan hal itu ! orang asing itu memandang Subani yang kaget, karena apa yang ada dalam hatinya adalah “ apa maksud dari perkataan orang yang di hadapannya ?

Siapa dia ? sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Ki sanak, sesuatu yang kalian pinta adalah juga yang kami minta,  sesuatu yang di katakan saling berbagi , tetapi, walaupun demikian aa saja yang menghindar dari batasan yang aku katakan, ada banyak manusia yang merusak alam dan ekosistemnya, mendapati dan tanpa melestarikannya lagi dan jika itu sudah tak ada lagi bagi mereka, kemana mereka akan  mencari ? ah rasanya Subani tak mengerti .

Sampai orang asing itu mengatakan “ Ki sanak jangan kaget, akulah penunggu ujung kali uwung ini, dan tugas yang ku emban adalah melestarikan ujung kali uwung dan yang ada di dalamnya, termasuk ikan – ikan yang ada di sini ! mata Subani terbelalak, takut, kaget dan tak percaya campur aduk dalam hatinya, lalu siapakah dia, apakah ia hantu, ah celakalah aku ! jantungnya berdegup kencang, ketakutan melanda hatinya.

Orang itu tersenyum “ Ki sanak jangan takut, tetapi peringatkanlah manusia yang suka erusak ujung kali uwung ini, mengambil ikan dengan menggunakan hal atau alat yang akan merusak kelangsungan hidup para ikan dan anak pinaknya, dapatkanlah ikan – ikan yang ada di sini dengan cara yang baik dan wajar, dan bukan dengan cara menghancurkannya.

Subani hanya menganggukan kepal, dan orang itu pamit, dan apa yang subani lihat hampir membuatnya pingsan, betapa tidak, orang yang ada di hadapannya menghilang begitu saja, sungguh ia merasa ketakutan.

Subani gemetar, ia mengambil pancing dan tak peduli lagi ada ikan lain yang lebih besar dari yang ia dapatkan, yang ia ingi adalah segera bearda di rumah, rasanya iamerasa syok dengan pertemuan yang di rasa ganjil tadi, dan itu membuatnya gemetar, ia bangkit dan bergegas pulang , si opol yang bertanya dan berpapasann pun tak ia jawab, sampai di rumah ia rebahkan diri, pikirannya menerawang “ apakah yang aku alami tadi adalah sebuah kenyataan ? tetapi Subani ingat akan peringatan dari orang asing tadi, dan ya.

Subani teringat akan kelakuan ki Ju’i yang tempo hari dengan pongahnyamemberi portas pada ujung kali uwung demi mendapatkan banyak ikan, apakah itu yang di maksud orang asing tadi ? sebab ikan yang di dapat Ki Ju’i bukan hanya ikan besar saja , tetapi anak ikan dan juga penghuni yang ada di ujung kali uwung terkena imbasnya, seperti kepiting dan lainnya yang mati karena pengaruh dari racun portas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *