Misteri ghaib penunggu hutan tutupan

Misteri ghaib penunggu hutan tutupan, Hutan, seperti kelihatanya, kita rasa merupakan sebuah tempat yang angker ! ya, kita sebut begitu, dan angker pun bukan hanya dari sisi mistik ataupun kleniknya saja tetapi angker dari sisi lainnya.

Ya, hutan atau rimba belantara yang lebat dengan suhu lembabnya di huni oleh banyak binatang buas, seperti yang kita tahu , di hutan yang lebat biasanya terdapoat binatang – binatang yang berbahaya bagi manusia.

Ular phyton atau sancxa yang besar , harimau , singa dan ada banyak binatang buas lainnya, dan itu juga merupakan penambah dari keangkeran hutan itu sendiri.

Penunggu hutan tutupan

Tetapi , dibali keangkeran dari banyaknya binatang buas, hutan juga di kategorikan sebagai tempat berkumpulnya para arwah gentayangan, he he terang saja !

Di mana hutan terasa gelap karena sinar matahari tak sepenuhnya dapat menembus dan masuk pada hutan yang gelap.

Suhu yang dingin dan lembab juga adalah hal yang amat cocok hutan sebagai atau tempat para penghuni ghaib berada ! Dan syahdan pada zaman dahulu, orang – orang menyebutnya sebagai hutan angker dan hutan tutupan.

Berbagai penampakan pernah menjadi cerita , pada masa itu, salah satunya adalah harimau jejadian yang menempati hutan angker trsebut, dan apakah itubenar ?

Ya, mungkin saja, sebab sebuah cerita juga tak melulu hanya sekedar fiksi atau khayalan saja ! ada sebagaian crita yang bersumber dari hal – hal yang ada dan nyata, seperti seseorang yang mengalami akan kejadian di hutan tutupan dan angker tersebut Uta misalnya, ia pernah bercerita , bagaimana ia bertemu dengan penunggu hutan tutupan yang angker tersebut.

Ini yang ia ceritakan “ Kala itu aku bermaksud untuk pergi ke dsa lain, ya lumayan jauh jika di tempuh dengan jalan yang biasa di lewati, tetapi ada cara lain untuk segera sampai pada tujuannya, yaitu ke desa tempat ia menuju, ya, cara satu – satunya adalah dengan mengambil jalan pintas melewati hutan tutupan dan angker tersebut, hah ! Uta mendenguskan napasnya “ Andai enggaka da kepentingan, rasanya enggan, itu yang ada di benak Uta, lagian untuk melewati jalan pintas ke hutan tutupan tersebut, rasanya berat, tetapi bagaimana lagi , nggak ada jalan lain, masalah a[pa pun yang ia hadapi , ia serahkan pada yang kuasa, ya aku hanya meminta keselamatan” gumam uta.

Dan, ya, benar ! Uta akhirnya mengambil jalan pintas tersebut, rasanya ia ggak peduli lagi akan cerita orang tentang keangkeran hutan tersebut, hingga ia mencapai pinggiran hutan yang terasa sunyidan mendirikn bulu kuduknya, kadung , ia memantapkan hati dan masuk hutan tutupan !

Seperti layaknya hutan, lantai hutan yang tebal dari tumpukan daun kering , layu dan jatuh, dan seakan aka hamparan busa tebal yang terasa kenyal Uta injak, ia nggak peduli, langkahnya cepat agar ia segera keluar dari hutan angker tersebut.

Walhasil, nggak ia temuai apa pun sampai ia mencapai pertengahan hutan, ia hanya mendengar suara – surara binatang hutan, tak ia hiraukan “ Janagan menggangguku, karena akupun nggak mengganggumu “ itu mantera yang Uta ucapkan.

Penunggu Jejadian

Dan Uta sedikit terkejut, saat seseorang terlihat di depannya “ Apa ia juga mengambil jalan pintas seperti aku ? tanyanaya dalam hati Uta” beruntung sekali ! orang yang berjalan di depan dan hampir ia susul, ah ia seorang kakek tampaknya !

Saat ia akan elewatinya, orang yang terlihat bungkukda seperti kakek – kakek bertanya “ Mau kemana nak ?, langkahmu terasa cepat sekali he he “ katanya Uta menghentikan langkahnya dan bicara “ he he maaf kek , aku ada kepentingan segera ,ya aku harus cepat sampai ke tempat tujuan “ katanya memberi alasan.

Ah, ada sesuatu yang aneh, uta seakan tersadar, ia pandangi kakek itu , ia merasakan kejanggalan, rasa – rasanya ia melihat mata kakek itu bukan atau tak seperti mata manusia, ia terkejut. Ya , ia merasa seakan mata kakek itu seperti mata kucing begitu !  atau hanya perasaanku saja, dan ia melihat kakek itu tersenyum “ Oh begitu ya, silahkan, tetapi berhati – hatilah melewati hutan ini, apalagi jika mengganggusesuatu yang ada di hutan ini” kakek itu seperti memberitahu.

Uta mengangguk, dan lagi – lagi ia terkesima, apa yang ia lihat ? ya kakek tersebut nggak punya garis di antara bibir dan hidung , it artinya ? ah ! sekelebat Uta teringat cerita para orang tua, orang yang nggak ada garis antara bibir dan hidung adalah ..Uta ketakutan, cerita dari para orang tua telah mengusik keberaniannya.

Lagi – lagi kakek itu tersenyum ,ia berkata lagi “ Jangan melamun nak ! segeralah pergi dan tinggalkan tempat ini, semoga kau selamat “ katanya, Uta mengangguk, membalikan tubuhnya untuk melangkah walau ia serasa tak mendengar langkah dari kakek tadi , lalu kemana ia, Uta menoleh ke belakang dan ia terkejut !

Ia tak melihat kakek itu, lalu kemana ia, kok secepat itu ia pergi ? ia tak sempat memikirkan hal itu, ia hanya mempercepat langkahnya dan seakan berlari saat suara auman sang raja hutan seakan berada dekat , dan untunglah ia telah brada di sisi hutan , ia berlari lalu terduduk lemas , memikirkan , siapa kekek tadi, apa ia penunggu hutan tutupan ini ataukah ia..seekor harimau jejadian ? tak ada jawaban , hanya terlihat dada Uta yang tersengal kecapaian. M.A.A

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *