Misteri Aku Dan Kawan Ghaibku

Misteri Aku Dan Kawan Ghaibku, Kunen nggak asing lagi akan apa yang terjadi pada dirinya, ya ia sekarang tahu, begitu ia pergi, nyatanya , ia pergi meninggalkan badan kasarnya, biarlah orangtuanya nggak tahu itu, ia kadang tersenyum sendiri, kok bisa ya ?

Sepertinya seperti dalam film – film yang pernah ia lihat , ya, seseorang dengan ilmu yang di milikinya dapat keluar dan meninggalkan badan kasarnya, he he atau ia ingat cerita Mang Jaya yang kala itu populer dan menceritakan ilmu meraga sukma , ia hanya memandang dirinya yang tergolek , dan lalu ia tinggalkan untuk bermain dengan kawan kecil ghaibnya.

Lalu, orang tuanya ? ya , orang tuanya selalu bertanya akan seseorang yang ahli akan penyakit yang di derita Kunen, yag katanya bukan penyakit biasa, hingga suatu saat ia mendengar ada seseorang yang ahli yaitu , Bah Kunir , orang kondang cibatu , ah , siapa tahu ia dapat menyembuhkan anakku “ harap orangtuanya.

Nggak menunggu lama , di panggilah Bah Kunir, ya , ia nampak sebagai orang yang berilmu, wajahnya memperlihatkan ketenangan, juga wibawa, ia datang di jemput saudara kunen yang sudah besar , dan ia datang dan menuju kamar kunen.

Bah Kunir Dan Kawan Ghaib Kunen

Ia tampak tersenyum, mendekati kunen dan merabanya, lalu ia berkata sambil terenyum “ He he , nggak apa – apa , ia hanya sedang bermain dengan makhluk dari alam lain, ya, ia nggak mengganggunya, hanya ia ingin punya teman dan berteman dengan anakmu” katanya.

Orangtua kunen berharap agar kunen cepat di sembuhkan, dan Bah kunir berkata lagi “ Ya, akan aku coba, lalu ia pejamkan matanya seperti sedang menerawang sesuatu, terlihat tubuhnya agak trentak , kala kunen bangun dan duduk, memandang tajam Bah kunir , lalu ia berkata lantang “ Siapa kamu, berani – beraninya menggangguku, aku tak akan meninggalkannya sampai suatu saat aku puas bermain bersamanya ! dan itu membuat orangtua kunen dan orang yang menyaksikan gemetar. Pasalnya , itu bukanlah suara kunen, dan juga suaranya membuat bulukuduk merinding.

Bah kunir terenyum , ia memandang kunen yang sepertinya melotot marah padanya “ Tenang sobat, bukan maksudku mengusirmu, tapi tolong , kasihanilah anakku ini,ia lelah dan juga kau berada di alam lain , kembalilah saja “ katanya, tapi apa yang kunen lakukan .

Ia tampak marah sekali , dan hal ini membuat geger orang – orang yang melihatnya, tanpa berkata , ia rentangkan tangannya dan , nggak dapat di percaya , lemari yang berada di sudut kama terangkat dengan sendirinya, ia berkata seakan mengancam.

“ Kau paksa aku, atau aku luluh lantakan rumah ini ! matanya merah seperti bara api, Bah Kunir seakan tahu akan kemarahan makhluk ghaib yang ada dalam tubuh kunen, ia tampak manggut – manggut seraya berkata “ ya , ya , sabarlah sobat , nggak apa – apa , aku pergi “ katanya , memberi isyarat pada yang lainnya agar kelua dari kamar kunen, dan aneh sobat, kunen tergolek kembali seakan ia tertidur, sekejap ia buka mata dan minta air minum, nggak ada yang aneh , seperti kunen biasanya.

Bah Kunir , pamit, ia hanya berpesan, jangan ganggu kunen,toh suatu saat , makhluk dari alam lain itu aka sadar dengan sendirinya, untuk sementara , biarkanlah, toh makhluk ghaib itu nggak mengganggu kunen, itu yang ia pesankan .

Kesembuhan Kunen Kecil

Ya, benrar, seiring waktu , berangsur kunen seperti pulih, ya anak kecil ghaib itu seakan kasihan pada kunen, ia berkata “ Aku sudah puas bermain denganmu, sekarang kamu kembalilah seperti biasa, tetapi aku harap kita akan terus menjadi teman’ Itu pintanya, lalu ia lanjutkan “ dan jika kau ingin bertemu denganku , lihatlah keselokan dekat kaso lebat tempat bermainku, dan akau akan aku beri tanda seperti pelita, jika seperti itu, berarti aku ada di sana, baiklah , sekarang aku pergi” ia memeluk kunen, lalu ia pergi , sempat menoleh, terlihat ada rasa berat yang ia rasakan saat tinggalkan kunen yang juga menangis, entah mengapa ? mungkin ia merasa makhluk ghaib itu seperti kawan yang baik” ya, akan aku lakukan “ gumam kunen.

Perubahan yang terjadi membuat orang tuanya bajagia, mengadakan syukuran atas sehatnya Kunen, tapi di sisi lain, kunen seperti merasa kehilangan , tapi apa mau di kata , ia harus kembali seperti kunen dulu.

Bersekolah dan bermain dengan teman sebayanya, dan bukan dengan anak dari dunia lain, walau sesekali ia menemui dan bermain dengan kawan ghaibnya itu, ya ia tahu , tanda yang di sebutkan anak kecl ghaib itu menuntunnya ke dunia lain.

Sekarang ia sudah besar, tetapi itu masih ada dalam ingatannya , ya ia tak lupa pengalaman – pengalaman yang ia alami dengan kawan ghaib kecilnya dulu dan untuk mengenangnya, sesekali ia melihat selokan yang berkaso lebat , melihat tanda dari kawannya, yang kini selokan berkaso lebat telah di buat rumah , ah semoga engkau tak lupa kawan, ya , ia nggak ngelihat lagi tanda dari kawan ghaibnya, ah apa ia sudah pergi dan nggak bermain di sini lagi ? entahlah . tamat

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *