Memahami pasangan hidup anda ?

Hidup adalah dua pasang , dan kita tahu , hidup akan di akhiri dengan sebuah akhir yaitu kematian atau ajal. Tetapi dalam hidup kita pasangan akan hidup dan sesuatu yang ada di dalamnya akan tergambarkan, ada yang di sebut keindahan dan juga kebalikannya dan dari semua yang kita lihat mesti akan ada apa yang di sebut kebalikan dari semua itu.

Dan kita adalah manusia, yang di takdirkan menjadi makhluk yang mulia dan di muliakan di muka bumi ini, orang menyebutnya sebagai khalifah, tetapi sudahkah kita melakukan hal sesuai dengan predikat yang kita sandang tersebut ?

Pasangan hidup kita adalah diri kita

Pasangan hidup yang ada dan menemani dalam hidup kita adalah cermin dari diri kita sendiri, bedanya, kelamin yang kita punya dan juga kekurangan dan kelebihan yang ada di antara kita dan pasangan hidup kita, yang berarti ada hal – hal atau ruang yang harus saling melengkapi di antara satu sama lainnya dalam pasangan hidup kita.

Andaikan kau merasa pasangan hidup kita adalah dia dan bukan kita, itulah yang terkadang akan menelantarkan pemahaman akan pasangan hidup kita sediri, karena secara tak sadar kita seolah tak memilikinya dalam hidup kita, kita melupakan apa yang kurang dalam diri kita untuk di lengkapi oleh pasangan hidup yang kita punyai dan miliki.

Ini mungkin dapat anda renungkan!

Saat kita sendiri,betapa kita merindukannya, tetapi sebaliknyasedikit perbedaan akan mengubah apa yang ada, komunikasi yang kurang baik dan lemahnya untuk saling memahami akan menimbulkan sebuah masalah dan intinya adalah :

Itu terjadi , sebab kita tak pernah renungi kita ini siapa dan juga pasangan hidup kita apa ? yang ada hanyalah aku adalah aku dak kau turuti apa yang aku ingin ! dan sisi inilah egoisme akan muncul dan melahirkan sebuah kepincangan dalam mejalani hidup !

Ini terjadi, karena seharusnya anak panah tak berlawanan dalam menjalani hidup dengan pasangan hidup kita , dan jika terjadi sebaliknya, tentu  ! tabrakan keinginan akan menimbulkan kesalahpahaman yang jika kita pikir itu adalah hal kecil sekalipun , tetapi tetaplah akan mengandung resiko yang mesti kita hadapi !

Ini tak akan tejadi, jika saja di antara pasangan hidup dala kehidupan inimenempatkan sebuah cermin, bahwa dalam bayangan kita akan selalu ada dia pasangan hidup kita, dan kita tahu , kita tak sendiri dalam hidup ini, aada ruang berbagi yang seharusnya kita buka untuk pasangan hidup kita tempati dan menjalani hidup ini bersamanya.

Ini tak akan pernah terjadi, andai kata, apa yang di sebut aku yang “ Paling “ tak kita campur baurkan dalam perjalan hidup ini, sebab itu akan memporak porandakan apa yang ada , tak mau memahami, merasa paling dan membiarkan apa yang seharusnya pasangan hidup kita dapati  tetapi tak pernah kita hargai.

Satu kalimat yang pasti, biarkanlah pasangan hidup kita berjalan di sisi hidup kita, sebagai sebuah gambar indah yang dapat kita pandangi dan juga menjadi do’a saat kita terpuruk serta menjadi pelita dalam kegelapan hati.

Jika tidak, lebih baik hiduplah sendiri tanpa pasangan dalam hidup ini, sementara yang lain berharap mendapat pasangan hidup untuk di sayangi dan saling menyayangi dalam kehidupan ini , penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *