Manfaat Dari Millet

Keuntungan utama dari millet adalah kandungan zat gizinya, itu adalah salah satu dari beberapa jenis gandum yang bersifat basa dan gluten free.

Bagaimana Cara Memilih Millet

Apapun berbagai millet yang Anda pilihsebaiknya  adalah bahan organik. Hal ini lebih bergizi daripada millet tumbuh dengan metode konvensional. Selain itubahan  millet terbuat dari bahan-bahan organikagar enak untuk kita makan.

Millet adalah gandum jika di masak millet bisa menjadi pengganti yang besar untuk oatmeal pagi Anda, atau hanya dapat ditaburkan dan menambahkan rasa manis. Juga, dibutuhkan sedikit waktu untuk memasak millet, sehingga memungkinkan Anda untuk dengan mudah menambah makanan Anda.

Millet dengan biji-bijian sangat bergizi. Juga, millet bisa menjadi tambahan yang bagus untuk menurunkan berat badan Anda karena rendah kalori dan tinggi serat. Jadi, mengkonsumsi millet membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga membantu untuk mengekang nafsu  makan Anda, mengurangi asupan kalori.

Manfaat millet

Sebagai Alkaline Untuk membentuk Grain

Diet berbasis alkali sering dianjurkan untuk mencapai kesehatan yang optimal. Bahkan, diet sehat membutuhkan 60% makanan yang bersifat alkali. Millet merupakan makanan alkali seperti ituk, dan ternyata basa ketika menggabungkan dengan enzim pencernaan. Sifat alkali menenangkan millet sehingga membantu untuk menjaga keseimbangan pH yang sehat dalam tubuh, penting untuk mencegah penyakit.

Tidak ada Gluten

Mencari gluten bergizi tak ada lebih baik daripada millet.  Hal ini tidak hanya bebas dari alergen ini, tetapi juga merupakan sumber yang baik dari nutrisi penting. Bahkan, sangat ideal untuk orang yang terkena  penyakit celiac, yang sangat sensitif terhadap produk gluten.

Sumber penting dari Magnesium

Millet kaya magnesium, mineral diet yang memainkan peran kunci dalam fungsi tubuh. Penelitian juga membuktikan bahwa magnesium dapat menurunkan terjadinya serangan migrain, serta kontrol asma.

Kadar magnesium yang rendah meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, arteri kaku, dan pembentukan plak di arteri. Semua faktor ini menyebabkan masalah yang berhubungan dengan jantung.

Oleh karena itu, menggabungkan makanan kaya magnesium seperti millet dalam diet pasti dapat berguna untuk meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain magnesium, millet juga merupakan sumber yang baik dari mineral diet lainnya termasuk mangan, fosfor, dan zat besi.

Kaya Vitamin B

Manfaat lain dari makan makanan berbasis millet adalah bahwa hal itu memberikan dosis yang cukup vitamin B. Niacin, folacin, riboflavin, dan thiamin adalah beberapa vitamin B hadir dalam millet yang memainkan peran kunci dalam sintesis energi dalam tubuh.

Tidak heran nutrisi ini biasanya ditemukan di berbagai minuman energi. Jadi, jika Anda merasa lelah dan ingin menambah energi Anda, semangkuk millet yang dimasak dapat memberikan energi.

Antioksidan yang sangat baik

Lindungi diri Anda dari kerusakan radikal bebas dengan mengonsumsi makanan yang mengandung millet, biji-bijian ini menampilkan sifat antioksidan yang kuat.

Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pada tahun 2010. Penelitian tersebut, yang dilakukan oleh sekelompok ahli biologi, menemukan bahwa berbagai varietas millet seperti proso, buntut rubah, kodo, punya antioksidan potensi tinggi.

Meningkatkan Kolesterol Sehat

Biji-bijian lezat merupakan sumber yang sangat baik dari phytochemical, yang, menurut penelitian, dapat mengurangi kadar kolesterol jahat, serta meningkatkan kadar kolesterol baik. Dengan demikian, memastikan makanan berbasis millet yang memadai dalam diet pasti akan menguntungkan dalam mempromosikan kesehatan jantung.

Bertindak sebagai Prebiotik

Bakteri baik dalam usus tergantung pada zat non-pencernaan dikenal sebagai prebiotik untuk kelangsungan hidup mereka. Millet gandum juga menunjukkan aktivitas prebiotik, yang membantu untuk meningkatkan populasi bakteri ramah yang memainkan peran kunci untuk melancarkan pencernaan.

Juga, tidak seperti biji-bijian olahan, millet tidak mengandung ragi dan bakteri ‘buruk’ untuk berkembang. Menurunkan  tingkatTrigliserida

Istilah ‘trigliserida’ mengacu pada jenis lemak yang beredar dalam darah. Abnormal kadar trigliserida yang tinggi dapat menempatkan seseorang di zona risiko masalah jantung. Diet yang mengandung millet dapat berguna dalam menjaga kadar trigliserida yang sehat.

Sebuah studi hewan diterbitkan dalam edisi April dari Journal of Nutrition Research, 2010 mengungkapkan bahwa tikus hiperlipidemia yang diberi proso millet dan jawawut untuk jangka waktu 4 minggu menunjukkan penurunan substansial dalam tingkat trigliserida.

C-reactive protein, kelebihan yang meningkatkan risiko jantung, juga ditemukan secara signifikan lebih rendah pada tikus mengenakan jawawut. Hasil penelitian ini tidak menunjukkan termasuk millet dalam diet dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan sistem kardiovaskular.

Meningkatkan mood

Millet mengandung tryptophan, asam amino esensial yang membantu dalam produksi serotonin. Serotonin, zat kimia otak, memainkan peran penting dalam mempengaruhi suasana hati, tidur, dan nafsu makan.

Kadar serotonin rendah telah dikaitkan dengan depresi dan gangguan dalam tidur. Jadi, jika Anda memiliki suasana hati yang buruk, saatnya untuk memasak millet dan mengangkat suasana hati Anda. Tidak heran millet dapat di hidangkan menjadi seperti millet kue, millet roti, millet pie, dan millet nasi goreng dianggap makananyang baik untuk meningkatkan mood.

Sumber Kualitas Protein Tinggi

Meskipun ada beberapa sumber protein yang baik, kebanyakan dari mereka adalah sangat asam dan dapat mengganggu keseimbangan pH Anda. Namun, millet tidak hanya basa, tetapi hanya 50 gram mengandung 12% dari asupan harian yang direkomendasikan protein.

Mereka yang mengikuti diet vegetarian ketat tanpa daging dan produk susu harus mengambil millet secara teratur untuk memenuhi kebutuhan protein mereka.

Catatan !

Zat goitrogenik yang mengganggu fungsi tiroid yang normal terdapat dalam millet. Terlalu banyak konsumsi millet dapat memperburuk gejala yang berhubungan dengan disfungsi tiroid. Jadi, orang dengan masalah tiroid yang sudah ada, lebih khusus hipotiroidisme, perlu membatasi asupan millet atau makanan berbasis millet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *