Cerpen Dan Yang Ku Tinggalkan

Cerpen Dan Yang Ku Tinggalkan. Di sini, sepertinya tak akan ada lagi nyanyian sukacita “ Seperti halnya waktu dulu ! saat ada sebuah nyanyian yang bukan saja sebagai pengantar sukacita, tetapi juga nyanyian hidupku , itu dulu “ dan sekarang, tempatnya pun kumal dan seakan kesepian, kotor oleh debu dan terasa hening tak pedulikan waktu.

Lalu , kemana perginya nyanyian dari sang waktu ? seakan ada perasaan yang menusuk jantung, melebihi belati atau tajamnya sebuah pedang, terasa masih, seakan nyanyian itu tak perlu untuk datang lagi, sekarang !

Maul, tersudut dalam kesendirian, tak mampu ia bunyikan apa yang ia ingin, sebagai sebuah suara dan juga hasrat, ia tak bisa, kelu hanya di sudut mata saja ia bicara, ya, lelehan airmatanya menampakan kesedihan yang dalam, dan ia alami !

Yang Tertanggalkan

Ada sesuatu yang hilang, dari cinta dan hidup Maul, seorang diri ia berjalan, tak lagi dan tak terdengar suara tawa Nisa yang kala itu mendampinginya, sebagai kekasih yang ia punya dan puja, dan sementara ia mengingat, sudut matanya memerah menahan isak! Ah kitu – kitu wae ceurik atuh ul !

Ya, seperti sebuah cerita dan melodrama, kemana perginya Nisa adalah sebuah kepedihan yang Maul rasakan, kadang ibunya Nisa mencoba menenangkan Maul, “ Tenanglah nak , ini mungkin sudah suratan ! kata bu Isah, airmatanya juga turut menetes melihat penderitaan Maul.

Tak ada kata dari mulut Maul, Ia hanya diam , jerit hatinya mengatakan “ Tidaa..k ! dalam sepi dan tak bersuara , Ia hnya mengangguk pelan dalam kesedihan, cik atuh ceu Mirah, heug upahan ku peremen karet atuh !

Ya, kita tak tahu , tetapi Maul sangatlah tahu , ini sebagai kisah pilu “ Masa yang ia jalani bersama nisa adalah masa yang ia rasakan sebagai satu dan banyak kebahagiaan dalam hidupnya, betapa tidak, Nisa yang cantik mencintainya, ia terlihat sebagai wanita solehah dengan balutan kerudung yang ia kenakan, juga tutur katanya yang sopan,” Ah jika ingat itu, ingin rasanya Maul pergi, jauh dan jau..uh sekali , ia tak bisa , tak kuat menahan sebuah perpisahan, Maul dan Nisa.

Dan, maul tak menyangka, mengapa secepat itu Nisa meninggalkannya ? menanggalkan akan apa – apa yang ia harapkan darinya sebagaisebuah kesucian, ya, kesucian atas cintanya terhadap nisa, Maul seka airmatanya, seseorang lewat di hadapannya, menatapnya iba “ Lagi apa Ul ? tanya seseorang yang ternyata Ujang buner.

Tak ia hiraukan, cerita “ Nisa , sekian lama mengidap sebuah penyakit, ya, katakanlah penyakit yang berat, awalnya tak ada, tetapi seiring waktu , penyakit itu mengerogoti dirinya, dan Nisa bertahan, bertahan demi cintanya terhadap maul, ia berusaha kuat walau ia harus berjuang, melepaskan segala kesakitan yang melandanya.

Dan, ia memang wanita yang kuat, sesekali ia berkata” Ul jangan takut, aku kuat dan nggak apa – apa kok “ menyembunyika apa yang ia rasa , demi seseorang yang ia sayangi, hebat bukan dak ? kitu atuh !

Tetapi, petaka itu datang, berjalan waktu dan nisa terdiam dalam kesendirian, kesendirian dalam pusaranya yang bisu, menempati ruang dan waktu sebagai tempatnya dulu, tempat di mana dulu ia di buat “ dari tanah kembali pada tanah “ ya Nisa meninggal dan tak kuat menahan penyakit misterius ayang menimpanya.

Juga, maul, yang seakan, dunia adalah neraka baginya, terasa panas dan rasanya ingin ia menjerit, memanggil Nisa untuk kembali, tetapi apa daya ? semua adalah kepunyaannya, di mana ia meminta pastilah suatu saat ia di pinta, menarik napas , seakan berat terlihat, ia menyeka airmatanya, tak jua dapat melupakan sketsa atas apa yang ia alami, bersama Nisa dulu, dan tidak sekarang, penat kepalanya membaringkan Maul di peraduan, tenggelam dalam lelapnya igaun dan saat tertidur, Nisa tersenyum, seakan ia ada dan bicara “ Janganlah sedih, tataplah masa depanmu tanpa melupakan aku, ia tersenyum dan menghilang.

Sayup – sayup di kejauhan terdengar nyanyian ST 12  ‘ Saat terakhir “ menusuk tajam maul dalam mimpi , menggiyahkan kekuatannya dan ia mengigau dan berteriak apa itu sebuah jeritan, memanggil sebuah nama “ Nisaaaa…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *