Cerpen, cinta sang Playboy

Cerpen,   cinta sang Playboy, Gagah sekali apa yang di katakan di atas, sang pecinta yang seakan dapat begitu saja merengkuh setiap wanita, Playboy he he entah itu playboy cap kampak ataupun playboy kampret, tetapi demikianlah ceritanya dan mari kita ikuti.

Sang pelakon bernama “Aku” aku yang masih lugu “ “ Aku nggak begitu mengenal apa itu cinta dan bagaimana rasanya ? ya, mengalir seoerti waktu, walau ada banyak di sekeliling yang menyukaiku atau justeru mungkin mereka yang mengharapkan cintaku, tetapi aku tak paham itu, dan membiarkannya berlalu.

Lalu , seseorang memaksaku untuk menerima salahsatunya, ya ku usahakan aku setuju dan gayung bersambut, toh memang gadis itu menyukaiku, dan ku mulai perjalanan atas cintaku, cinta monyet seorang pria dan gadis lugu yang masih belia.

Lumayan lama, kira – kira dua bulan, saat seseorang yang juga sahabatku katakan, bagaimana dengan gadis itu “ Aku hanya tersenyum, nggak ada masalah , baik –baik saja ! jawabku. Tetapi ia berkata tidak.

Lalu ia katakan , gadisku sekarang miliknya, aku hanya tersenyum, ada apa dan bagaimana bisa itu terjadi ? pertanyaan yang tak ku utarakan , dan biarlah sang sahabat bercerita atas gadisku. “ ya, masalahnya, ia juga menerima cintaku ! kata sahabat bersemangat, lalu ia merogoh sesuatu di balik saku jaketnya, membukanya dan memperlihatkannya padaku seraya ia berkata “ Inilah buktinya !.

Ya, aku terima apa yang sahabat katakan sebagai buktinya , dan itu benar , apa yang ada dalam surat balasan itu berbunyi “ terima kasih atas perhatianmu padaku, dan..ya aku menerima cintamu “ ya, akumenganngguk “ itu benar ! lalu aku kembalikan surat itu pada sahabat yang tertawa, seakan menertawakan kebodohan atas pilihannya atas gadisku, aku iyakan “ benar, tak seharusnya aku mencintainya dan menjadikanny a sebagai gadisku walau kebodohan itupun di kenakan seorang sahabat yang merebut cinta dari kekasih sahabatnya pula, dan aku lupakan itu.

Aku bukanlah seorang lelaki seperti sahabatku, biarlah ia miliknya, tetapi aku telah mecintainya dengan tulus, jika gadisku seperti itu biarlah, aku paham ada gadis lain yang menungguku ! dan itu benar, aku lupakan gadis lugu atau dapat di bilang bodoh itu, seseorang menungguku dengan cintanya” dan akhirnya ada gadis kedua dalam hidupku “.

Dan aku tetawa saat sahabatku bertanya “ apa aku sudah menemukan gantinya ? mudah saja ! kataku dan ia hanya melongo tak percaya, dan aku katakan “ aku bukanlah kamu, aku hanya memberi kejujuran dan berkata apa adanya pada gadisku , bukan dengan kebohongan yang dapat memperdaya seorang wanita, dan aku tak mau lakukan itu, sebab itulah seorang wanita tahu, dengan dan bagaimana aku mencintainya, lalu sahabat aku tinggalkan.

Perjalanan selanjutnya

Tetapi ada sesuatu yang lain yang aku rasakan, rasanya ada yang terasa melukaiku, bagaimanapun cinta pertama akan selalu memanggil di kejauhan, dan aku bertanya “ apa ini dendan ku pandangi wanita keduaku , dan aku berkata “ Tinggalkan aku sebagai sebuah kebodohanmu, kebodohan dengan mencintai lelaki yang terluka ! ia menangis dan bilang “ Nggak apa – apa , aku akan tetap mencintaimu “ tetapi akukatakan tidak, aku tak mau melukai gadis baik sepertinya, dan aku berharap ia mengerti walau dalam tangisnya.

Aku tinggalkan dengan luka untuk diriku sendiri, aku tak mampu melukai gais yang baik, tergiang kata batinku itu, dan pencarian atas cinta tak pernah usai, saat pertemuan berikutnya, gadis cantik berwajah ayu.

Ia pun tergoda untuk mencintaiku, ya, hanya saja aku tak langsung mencintainya, ada sesuatu yang harus aku coba atas cintanya, sekali dan berkali – kali dan ia memang mencintaiku ! tetapi kegundahan merasukiku , aku yang dulu , aku yang sekarang dalam cermin yang berbeda, mengapa perasaan luka ini terus ada dan tak ku mengerti ?

Aku jalani sedikit hari saja, aku ggak biasa melukainya juga, aku katakan sejujurnya, bahwa aku ada dalam permainan cintaku, dan ia bertanya “ mengapa kaukatakan seperti itu ? aku tersenyum dan katakan “ Maapkan aku, permainan atas cinta adalah permainan atas sebuah luka dan aku harap kau dapat melupakanku, tinggalkan aku dan lupakanlah, sama seperti yang kedua, ia menagis di pelukanku dan berharap akutak seperti itu.

Tetapi tidak, perjalanan ini baru di awal, mungkin ada sesuatu yang berbeda dan dapat mengubah pendirianku pada episode berikutnya ! dan akhirnya aku tinggalkan juga ia, meski dalam tangisannya, lalu apa yang ada esok dan kemudian hari ?

Seperti hari lain, mentari seakan cahaya yang membuatku bercahaya , cahaya dalam cinta yang tak pernah redup, ke empat, dan benar, yang ini mungkin agak berbeda dan di bilang nyeleneh, mengapa tidak ia katakan “ Boleh kita bercinta , tetapi dalam hitungan hari saja ! katanya, dan aku tertawa , gadis ini ada – ada saja, bukankah aku yang seharusnya mengatakan itu, tetapi biarlah aku jalani apa yang menjadi permintaannya, entah ada apa dengannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *