Cahaya hidup

Cahaya hidup, Cahaya hidup, Hidup adalah belantara, hutan yang lebat yang memerlukan keahlian untuk mengarunginya.

Hidup juga adalah malam yang teramat kelam, tanpa sebuah obor yang dapat kita pakai sebagai penerang jalan, lalu kemana kita mencari cahaya dalam hidup ini ?

Kita tentu mengenalnya, andaikata seseorang berkata, bahwa inilah hidup ! semua mengenalnya dan dekat dengan yang namanya hidup dan kehidupan, tetapi ada satu hal yang anda ketahui atau tidak akan hidup itu sendiri, hidup tak semata – mata hanya untuk hidup !

Hidup dan perjalanan

Hidup adalah perjalanan, perjalanan yang kita ingin dan tak kita ingin ! mengapa, jika kita bertanya, inginkah kita hidup atau mengapa kita hidup ? ada banyak jawaban untuk itu, dan dua yang kita punya denga n jelas, yaitu ya dan tidak !

Ya, karena hidup bukanlah milik kita, tetapi hidup adalah sebuah pemberian, dari yang Maha Kuasa ! dan jika anda mengatakan tidak , mungkin anda pun mempunyai alasan untuk itu, hidup tak hanya sebuah jalan yang datar, tetapi jalan dengan berbagai rintangan dalam liku – liku sebuah kehidupan, teramat komplit untuk kita ceritakan.

Cahaya dalam hidup

Hidup yang seperti hutan belantara, dan juga malam yang gelap kelam, tentu memerlukan sebuah cara, dan juga cahaya untuk dapat melewatinya, dan orang banyak berkata, “nikmati hidup apa adanya dan carilah jalan untuk itu”

Begitulah adanya, tetapi ada beberapa jalan sebagai cahaya dalam hidup ini, yang pertama adalah, cahaya yang telah ada dalam diri dan dalam jiwa kita sendiri : kita, dilahirkan dan terlahir sebagai siapa dan untuk siapa ? cahaya dalam diri dan jiwa kita yang pertama ini, akan menuntun jalan pada cahaya – cahaya berikutnya, dan itu adalah dasarnya, di mana jika seseorang tahu akan dirinya, ia akan tahu, jalan apa yang harus ia jalankan dan kemana ia akan berjalan ?

Hati , dan jiwa yang bersih, tak ada kemunafikan dalam hidup ini, tetapi jiwa dan tubuh yang bersih adalah cahaya kedua yang menyinari jalan ini, Tergantung bagaimana hasilnya, yang terpenting kita telah melakukan hal dalam hidup ini semaksimal mungkin, dengan aturan – aturan yang ada , aturan Tuhan dan manusia.

Jiwa dan tubuh yang bersih sebagai cahaya, dan juga sebagai jalan hidup dan saluran hidup yang tak anda penuhi dengan sampah dan dosa dalam kehidupan ini, anda bayangkan jika sebuah saluran air tertutup sampah dalam kenyataan hidup yang kita sering lihat, apa yang terjadi ? bukankah tragedi bahkan menerpa dalam peradaban manusia, banjir misalnya, yang di ikuti oleh masalah – masalah lainnya.

Sesuatu yang kita punya adalah bukan yang kita punya dalam hidup ini ! ya , itu pasti, bukankah apa yang kau dapat di dunia ini tak akan kau bawa mati ? cahaya selanjutnya yang ada adalah kita hidup dan mempunyai kasih sayang , peduli dan berbagi dengan makhluk lainnya di bumi ini .

Mempunyai harta , yang sebenarnya adalah titipan walau kita untuk sementara di beri hak untuk mengakuinya, tetapi harta akan lebih berguna dan menjadi cahaya dalam hidup ini, jika saja kita bepikir, di antara hartaku, ada harta orang lain yang tuhan titipkan pada kita.

Mempunyai jabatan yang sering kita lihat di perebutkan, tetapi jika kita ingat dan sadar betul , bukankah sebuah jabatan adalah titipan , dan bukankah apa yang telah kita janjikan adalah sebuah keharusan untuk menepatinya ? jika tidak ? sedang sebuah jabatan adalah pikulan terberat untuk di pertanggung jawabkan, walau terlihat sangat menyenangkan dalam kenyataan hidup ini, dan sayang ! itu hanya sepertinya saja.

Juga sebuah ilmu, ilmu sebagai pengetahuan di berikan bukan untuk membodohi makhluk lainnya dalam hidup ini, tetapi ilmu adalah sebuah cahaya yang memberi petunjuk jalan dalam sebuah kehidupan dan memajukan sebuah peradaban dalam hidup manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *